Senin, 23 Mei 2016

masih tentang ibu

ibu adalah orang yang melahirkanku 24 tahun yang lalu..dengan kasih sayang ibu merawatku, walaupun ibu belum melihatku..ibu belum tau sejahat apa aku nanti…
ibu adalah sosok yang tegar menghadapi kehidupan, beliau selalu tersenyum walau kesedihannya sangat terlihat ketika seorang suami yang dia cintai, yg dia banggakan pergi lebih dulu meninggalkannya untuk menemui Allah SWT.

Aku masih ingat ketika ibu menyembunyikan rasa sedihnya didepan anak-anaknya. Ibu yang berusaha tersenyum ketika mobil ambulan datang untuk mengantarkan bapak. Aku masih ingat ketika ibu tiba-tiba masuk kamar dan menangis karena ada teman-teman kakaku dating.
Aku masih ingat…..ketika aku menatap ibuku yang sangat rapuh saat itu, tapi berusaha keras untuk terlihat sangat tegar.
Seiring berjalannya waktu, ibuku benar-benar jadi orang yang tegar, yang bias melewati kehidupan sendirian tanpa seorang suami. Mengahadapi orang yang membicarakan tentang status janda, walaupun itu tidak ditujukan untuk ibuku. Membiayai ketiga anaknya dengan jerih payahnya. Dan aku masih bias melihat ketika ibuku tidak mempunyai uang, ketika ibuku membutuhkan uang, dan ketika ibuku masih cukup punya uang untuk makan besuk.
Ibuku sangat hebat, ibu bias menajemen keuangan dengan hebat, mencukupi semua biaya anak-anaknya. Sampai akhirnya dengan doanya, anak-anaknya bisa bekerja menurut cita-citanya. Tanpa doa ibu, aku mungkin masih menjadi sesorang yang makan gaji buta di kantorku dulu, yang tak bisa kerja tapi tetap digaji. Sampai akhirnya dengan doa ibu, aku bisa masuk PNS. Ibuku sangat bangga padaku, dia tau bagaimana aku sangat pasrah saat itu.
Sekarang aku melihat ibuku bahagia, dengan 2 orang anak yang sudah menjadi PNS dan menikah. Dan tinggal menunggu adikku lulus kuliah dan kemudian lebih bisa membanggakan ibuku.aku tau itu.
Sekarang aku melihat ibu bahagia sekali, walaupun aku tau ada yang kurang dikehidupannya.
Ibuu maafkan aku yang sekarang jauh dari ibu, tapi disetiap doaku selalu ada namamu, di setiap langkahku selalu mengingatmu, setiap menit aku pengen pulang dan memelukmu.
Ibuu maafkan aku yang belum benar-benar bisa membahagiakanmu..aku tau bukan hanya uang dan kabar dariku yang membuatmu bahagia, tapi kepulanganku, saat memelukmu, saat cerita sambil tidur disampingmu, saat mengantarmu kemanapun ibu mau pergi…itu yang membuatmu bahagia.

Maafkan aku ibuu…aku berjanji aku akan pulang…aku akan mutasi ke klaten..aku akan menemanimu sampai tua..aku akan memelukmu terusssssss…..aku mencintaimu ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar