ibu adalah orang yang melahirkanku 24 tahun yang
lalu..dengan kasih sayang ibu merawatku, walaupun ibu belum melihatku..ibu
belum tau sejahat apa aku nanti…
ibu adalah sosok yang tegar menghadapi kehidupan, beliau
selalu tersenyum walau kesedihannya sangat terlihat ketika seorang suami yang
dia cintai, yg dia banggakan pergi lebih dulu meninggalkannya untuk menemui
Allah SWT.
Aku masih ingat ketika ibu menyembunyikan rasa sedihnya
didepan anak-anaknya. Ibu yang berusaha tersenyum ketika mobil ambulan datang
untuk mengantarkan bapak. Aku masih ingat ketika ibu tiba-tiba masuk kamar dan
menangis karena ada teman-teman kakaku dating.
Aku masih ingat…..ketika aku menatap ibuku yang sangat rapuh
saat itu, tapi berusaha keras untuk terlihat sangat tegar.
Seiring berjalannya waktu, ibuku benar-benar jadi orang yang
tegar, yang bias melewati kehidupan sendirian tanpa seorang suami. Mengahadapi
orang yang membicarakan tentang status janda, walaupun itu tidak ditujukan
untuk ibuku. Membiayai ketiga anaknya dengan jerih payahnya. Dan aku masih bias
melihat ketika ibuku tidak mempunyai uang, ketika ibuku membutuhkan uang, dan
ketika ibuku masih cukup punya uang untuk makan besuk.
Ibuku sangat hebat, ibu bias menajemen keuangan dengan
hebat, mencukupi semua biaya anak-anaknya. Sampai akhirnya dengan doanya,
anak-anaknya bisa bekerja menurut cita-citanya. Tanpa doa ibu, aku mungkin
masih menjadi sesorang yang makan gaji buta di kantorku dulu, yang tak bisa
kerja tapi tetap digaji. Sampai akhirnya dengan doa ibu, aku bisa masuk PNS.
Ibuku sangat bangga padaku, dia tau bagaimana aku sangat pasrah saat itu.
Sekarang aku melihat ibuku bahagia, dengan 2 orang anak yang
sudah menjadi PNS dan menikah. Dan tinggal menunggu adikku lulus kuliah dan
kemudian lebih bisa membanggakan ibuku.aku tau itu.
Sekarang aku melihat ibu bahagia sekali, walaupun aku tau
ada yang kurang dikehidupannya.
Ibuu maafkan aku yang sekarang jauh dari ibu, tapi disetiap
doaku selalu ada namamu, di setiap langkahku selalu mengingatmu, setiap menit
aku pengen pulang dan memelukmu.
Ibuu maafkan aku yang belum benar-benar bisa
membahagiakanmu..aku tau bukan hanya uang dan kabar dariku yang membuatmu
bahagia, tapi kepulanganku, saat memelukmu, saat cerita sambil tidur
disampingmu, saat mengantarmu kemanapun ibu mau pergi…itu yang membuatmu
bahagia.
Maafkan aku ibuu…aku berjanji aku akan pulang…aku akan
mutasi ke klaten..aku akan menemanimu sampai tua..aku akan memelukmu
terusssssss…..aku mencintaimu ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar